Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang

           

Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang pada siang hari ini Kamis (10/9) berlangsung di Hotel Getz Semarang. Hadir sebagai narasumber Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, Kepala DKK Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam dan Ketua Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) Cabang Semarang, dr Iva Puspitasari. Meningkatnya kasus Corona virus di Indonesia khususnya di Kota Semarang, mendorong masyarakat lebih waspada untuk melakukan pencegahan terhadap penularan wabah ini.

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan bahwa protokol kesehatan harus senantiasa digaungkan hingga menjadi gaya hidup masyarakat di era Covid-19 saat ini. Kewaspadaan masyarakat ini sangat diperlukan mengingat jumlah kasus covid-19 menunjukkan lonjakan yang signifikan. Untuk melawan virus ini, dr. Iva berharap agar masyarakat tidak melupakan gerakan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak aman). Ia menambahkan bahwa tanpa kesadaran masyarakat, kebijakan pemerintah tidak akan jalan sehingga muncul keserasian dalam gerakan Bersama Melawan Corona.

Sementara itu Kepala DKK Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam mengatakan bahwa di Kota Semarang tercatat kasus covid-19 yang terkonfirmasi hingga Kamis,9 September 2020 ada 531 kasus yang menjalani perawatan baik isolasi di rumah sakit, isolasi di Rumah Dinas Walikota Semarang maupun karantina mandiri di rumah. "Situasi ini harus mendapatkan perhatian yang serius dan Pemerintah harus bisa mengontrol wabah ini dengan baik" ujarnya. Perihal data dari BNBP Abdul Hakam mengatakan bahwa jumlah tersebut tidaklah benar, karena ada banyak spesimen yang dirujuk ke laboratorium Semarang dan pasien atau warga yang tinggal di luar Kota Semarang tetapi ber KTP Semarang kemungkinan dihitung dan dimasukkan oleh BNBP kedalam data tersebut. Kadarlusman juga menambahkan bahwa butuh kerja ekstra serta rencana ke depan yang lebih jitu dalam upaya mengatasi wabah covid-19 serta mengantisipasi dampak sosial ekonomi masyarakat yang ditimbulkan.