Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman hadir menjadi narasumber dalam Dialog interaktif tentang Menyiapkan Sekolah Tatap Muka (STM).
Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman hadir menjadi narasumber dalam Dialog interaktif bersama DPRD Kota Semarang dengan tema Menyiapkan Sekolah Tatap Muka (STM). Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, dan Akademisi Guru Besar Pasca Sarjana UIN Walisongo Kota Semarang Prof. Dr.H. Ahmad Rofiq,MA.
Gunawan Saptogiri menyampaikan bahwa sebenarnya Kota Semarang sudah siap melaksanaakan STM pada Januari 2021, namun karena kasus covid meningkat akirnya ditunda. Disdik Provinsi meminta uji coba pada tanggal 5 april untuk 2 SD dan 2 SMP serta dilakukan evaluasi setiap dua minggu. Pengisian data di dapodik juga diperlukan guna persiapan STM, nantinya akan terlihat sekolah mana yang sudah siap dan mana yang belum. Selain itu Akan ada SOP untuk sekolah yang akan membuka STM, dan Ijin dari orang tua mutlak harus ada, bila ada orang tua yang belum siap maka pembelajaran tetep dilakukan secara daring bagi siswa yang orang tua nya belum memberikan ijin. Terkait materi saat pembukaan STM, diawal materi yang disampaikan tentang pemahaman dan edukasi pencegahan covid dilanjutkan dengan penguatan karakter. Apabila nantinya terjadi kenaikan kasus covid maka pelaksanaan STM bisa ditunda.
Kadar Lusman menyampaikan bahwa selama ini banyak keluhan masyarakat terhadap pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) diantaranya beban mendampingi anak dengan keterbatasan tingkat pendidikan orang tua, kesibukan orang tua yang tidak dapat mendampingi belajar anak secara penuh, dan juga kejenuhan anak yang harus belajar di rumah. Rencana penyelenggaraan sekolah tatap muka (STM) ini sudah dipersiapkan matang lewat dinas pendidikan dengan skema pengaturan dan SOP yang ketat harapannya orang tua siswa bisa memahami dan tidak keberatan dan tidak terlalu khawatir untuk dilaksanakan STM karena semua sudah dipersiapkan dengan baik oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Ahmad Rofiq menyoroti Efektifitas Pembelajaran daring dan juga kendala-kendalanya seperti jaringan, kuota internet serta minat peserta didik yang semakin menurun seiring dengan kejenuhan karena sudah sekian lama menjalani PJJ. Mengenai efektifitas hasil sekolah daring.
